Clock
Latest topics
» mau gabung nih bang xeleb ...
January 29th 2010, 02:38 by juniar timotius

» Cara Bayi Mengatakan I Love You
April 8th 2009, 18:43 by R3B3L

» sharing FS,FB,YM, id dicini iaa
April 8th 2009, 18:41 by R3B3L

» bagi member baru harap mengisi forum perkenalan
April 8th 2009, 18:40 by R3B3L

» Memonopoli Bandwith di Warnet
March 9th 2009, 19:54 by R3B3L

» Euy Ada Tutor Buat Aplikasi Portabel Menggunakan THINSTALL,,,
March 9th 2009, 19:52 by R3B3L

» Baca Ini Sebelum Posting
March 7th 2009, 20:39 by R3B3L

» Apa Itu Compiler
March 7th 2009, 20:27 by R3B3L

» Cara Membuat Website
March 7th 2009, 20:24 by R3B3L

» Menyetop Jalur Masuk Malware, Virus , Etc
March 4th 2009, 18:32 by 

» Cara Kerja Virus Komputer Menurut Jenisnya
March 4th 2009, 18:18 by 

» Top 10 Virus, Februari 2009
March 4th 2009, 18:07 by 

» 9 Kiat Singkirkan Virus Sality
March 4th 2009, 17:47 by 

» cara membuat BOT mirc
March 4th 2009, 15:33 by R3B3L

» COga_cowok GANTENG_cowok GANJEN
March 2nd 2009, 17:33 by 

» diriku tak pantas menjadi pilihan
March 1st 2009, 18:31 by firstia

» Cman mo test aja
March 1st 2009, 17:23 by firstia

» Mencari Istri Berdasarkan Karakter Komputer
February 28th 2009, 19:55 by 

» Kemajuan Indonesia di bidang komunikasi
February 28th 2009, 19:37 by 

» Kebiasaan pake komputer
February 28th 2009, 19:32 by 

October 2017
MonTueWedThuFriSatSun
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031     

Calendar Calendar

RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Top posters
firstia (82)
 
R3B3L (12)
 
ewin_coga (2)
 
zendent cruizz (2)
 
Musang (1)
 
pank2x (1)
 
juniar timotius (1)
 


Khasiat Coklat Hitam Tak Sekelam Sosoknya

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Khasiat Coklat Hitam Tak Sekelam Sosoknya

Post by firstia on February 28th 2009, 16:59

Khasiat coklat hitam sudah telihat dari kandungannya. Sebagai makanan baik yang di kemas dalam bentuk snack maupun bar-ia dibuat langsung dengan tambahan gula, susu, serta flavouring (bumbu penyedap dan pewangi). Bubuk biji tanaman cokelat sendiri diyakini mengandung bahan aktif. Salah satunya anggota geng flavonoid, epicatechin, yang termasuk antioksidan kuat.
Sedangkan coklat putih terbuat dari bahan dasar lemak cokelat, ditambah gula, susu, lesitin dan susu kedelai, serta flovouring. Itu sebabnya, ia tidak mengandung zat aktif dan tidak mempunyai khasiat seperti yang dimiliki cokelat hitam.

Hanya itukah keunggulan "si hitam manis" yang membuat banyak orang kecanduan ini? Tentu saja tidak.

Cegah Penggumpalan

Manfaat senyawa flavonoid yang dipunyai cokelat hitam, masih menyimpan cerita yang sangat panjang . termasuk berbagai misteri yang sampai kini masih belum terpecahkan. Sejak lama, flavonoid, kelompok antioksidan yang juga ditemukan pada tanaman teh, sebagian besar buah-buahan dan sayuran itu, di curigai sebagai dalang berbagai khasiat cokelat hitam.

Riset membuktikan, 1,5 ons batang coklat hitam kira-kira memiliki 800 mg anti oksidan, hampir sama jumlahnya (atau boleh jadi lebih banyak) dengan anti oksidan yang terdapat di secangkir teh hitam atu red wine. Selain jumlahnya, mutu flavonoid biji cokelatpun diakui kehebatannya. Di sebuah symposium gawean American Academy for the Advancement of Sciene beberapa waktu lalu, sang flavonoid mendapat pengakuan sebagai antioksidan mumpuni.

Para peneliti yakin, senyawa itu dapat menetralkan efek buruk radikal bebas yang berniat menghancurkan sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh. Mereka dipercaya sanggup menekan oksidasi lowdensity lipoprotein (LDL alias kolestrol jahat), sehingga mencegah penyumbatan pada dinding pembuluh darah arteri. Jadi, Epicatechin dapat mencegah penyempitan pembuluh darah dan penggumpalan darah.

Salah satu pabrik cokelat terbesar di America Serikat, Mars Inc., pernah mensponsori sebuah penelitian di University of California. Konon, mereka menemukan flavonoid pada cokelat hitam dapat meningkatkan jumlah nitricoxide di dalam tubuh. Peningkatan itu memberi sumbangan sangat berarti buat jantung karena nitricoxide di ketahui dapat melenturkan lapisan dalam pembuluh darah.

Penelitian di atas mungkin dianggap kurang menyakinkan, karena diusung pabrik cokelat. Penelitian paling hot yang diumumkan September 2004 lalu, mestinya lebih dapat dipercaya, karena dilakukan sekelompok ilmuan independen asal Yunani. Mereka meng-klaim, untuk pertama kalinya berhasil "menggambarkan" kinerja flavonoid cakelat hitam dalam memperbaiki fungsi pembuluh darah dan membuat pembuluh darah itu lebih lebar, sehingga terhindar dari sumbatan mematikan.

Dr. C. Vlachopoulos, yang mewakili rombongan peneliti dari Athena itu, menegaskan di forum tahunan European Society of Cardilogy bahwa mengonsumsi cokelat hitam ternyata dapat memperbaiki fungsi endotel (lapisan tipis yang menutupi bagian dalam pembuluh darah), sehingga otomatis melindungi pembuluh darah dari efek merusak yang ditimbulkan radikal bebas. Penelitian ini sekaligus menjadi bukti ilmiah terpenting perihal keterkaitan cokelat hitam dengan pencegahan penyakit jantung.

Sembuhkan Batuk

Selain mencegah penyakit jantung, coklet hitam juga dipercaya dapat melindungi tubuh dari serangan stroke. Sebuah penelitian di Universitas California mengungkapkan, cokelat hitam mencegah pembekuan darah seperti diketahui, membekunya darah merupakan salah satu kondisi yang membuat seseorang terkena stroke. Sejumlah peneliti bahkan menyebut cokelat hitam memiliki kemampuan setara dengan aspirin, yang selama ini dikenal sebagai obat antipembekuan darah.

Namun, klaim terakhir tadi tampaknya butuh pembuktian lebih mendalam. Dr. Luciana B. Sutanto, misalnya, masih berkeyakinan, "Cokelat hitam memang bisa mencegah penyempitan pembuluh darah dan penggumpalan darah, tapi khasiatnya belum sehebat aspirin sebagai antiplatelet dan antiinflamasi." tegasnya.

Bulan Oktober 2003, para peneliti asal Jerman menemukan simpul yang menghubungkan cokelat hitam dengan tekanan darah seseorang. Hasil penelitian yang dibeberkan di Journal of the American Medical Association itu mengungkan bahwa cokelat ahitam ternyata mengandung substansi yang lazim disebut polyphenol. Dalama uji coba dengan menggunakan hewan percobaan, polyphenol terbukti menjadi faktor yang dapat menurunkan tekanan darah.

Penelitian para ilmuan Jerman itu melibatkan 13 orang dewasa penyakit hipertensi enteng. Oleh tim dokter, para pasien diminta mengonsumsi 3 ons cokelat batangan setiap hari, selama 14 hari. Sebagian dari mereka diberi cokelat putih yang tidak mengandung polyphenol, sedangkan sebagian lagi mengonsumsi cokelat hitam. Setelah lewat masa 14 hari, para penderita penyakit tekanan darah tinggi ringan itu kembali dikumpulkan. Hasilnya, pada tekanan darah pasien yang memakan cokelat putih tak ditemukan perubahan berarti. Sebaliknya, pada pasien yang mengonsumsi cokelat hitam, angka sistolik (tekanan darah atas) mereka turun sekitar lima poin, sedangka angka diastolik turun hampir dua poin. Riset yang dilakukan tanpa bantuan sponsor ini memperlihatkan, cokelat hitam dapat mengurangi tekanan darah sistolik.

Meski belum ada penelitian khusus, cokelat hitam juga dipercaya berkhasiat mengobati penyakit batuk. Versi para ahli, zat kimia yang ditemukan dalam cokelat hitam bahkan di-klaim lebih manjur ketimbang obat batu konvensional. Cuma sekedar klaim atau sudah ada bukti nyata? "Kalau yang ini betul. Cokelat hitam mengandung senyawa yang disebut Theobromine. Senyawa itulah yang berperan mencegah batuk. Theobromine bekerja pada ujung saraf sensorik vagus untuk menekan batuk. Ini juga termasuk kelebihan cokelat hitam yang tak dimiliki cokelat putih, " jelas dr. Luciana.

Beragam kontroversi

Dengan kemampuannya menyembuhkan dan mencegah beragam penyakit, layaklah cokelat hitam dijadikan bahan untuk terapi? "Sampai saat ini belum ada rekomendasi cokelat hitam untuk terapi penyakit tertentu. Konsumsi dalam jumlah tertentu setiap hari memang baik dan dianjurkan untuk mendapatkan manfaat antioksidan dan zat gizi lain yang terkandungnya, tapi harus diingat, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan berat badan," imbuh Lucy.

Beragam kontroversi memang masih mewarnai manfaat nyata cokelat hitam. Di satu sisi, tak ada yang menyangkal khasiatnya, terlebih setelah khasiat itu didukung beragam penelitian dan bukti-bukti ilmiah. Namun di sisi lain, masih banyak "sisi hitam" cokelat hitam yang belum terpecahkan. John Erdman, ahli gizi dari Universitas Illonois, AS mengakui, memang masih banyak orang menanggapi dengan skeptis berbaga penelitian tentang cokelat.

Itu sebabnya, tambah John Erdman, kemungkinan dokter menganjurkan pasiennya untuk mengonsumsi lebih banyak cokelat hitam, setidaknya untuk saat ini, masih sangat kecil. Kalau ditilik lebih dalam, cokelat hitam masih mengandung terlalu banyak lemak dan gula untuk dapat direkomendasikan masuk resep dokter. Kita memang harus sangat berhati-hati. Kalau tidak, bisa datang penyesalan di kemudian hari.

Luciana sendiri menyebut sejumlah kontroversi yang masih dapat diperdebatkan. Misalnya tentang anggapan mengonsumsi cokelat hitam dapat mengurangi berat badan. Banyak orang percaya, makan sebatang cokelat hitam sebelum makan dapat membantu program diet yang tengah mereka jalani. Asumsi mereka, dengan makan cokelat, selera makan bakal kurang. Jika selera makan berkurang, bobot badan pun ikut merosot.

Padahal, Cokelat hitam dibuat tidak mungkin hanya mengandalkan bubuk biji cokelat hitam semata. Ia harus ditambahi gula, susu dan bahan-bahan lainnya, agar rasa cokelat menajdi lebih enak. Kandungan seperti itu dapat meningkatkan kalori, terlebih bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. pada akhirnya, asupan yang meningkatkan kalori itu justru menaikan berat badan.

Selain itu, kandungan lemak tinggi pada cokelat hitam juga dapat meningkatkan kadar lemak darah trigliserida. Alhasil, kadar kolesterol ikut meningkat. Meski pun cokelat pada dasarnya tidak mengandung kolesterol, tapi bahan tambahan untuk membuat cokelat hitam bisa jadi mengandung kolesterol. Apalagi tubuh juga membentuk kolesterol sendiri. Bila asupan kalori dan lemak tinggi, tubuh meningkatkan sintesis kolesterol, kadar kolesterol dalam darah bisa meningkat.

Begitu pun soal khasiat cokelat hitam dalam menurunkan tekanan darah, yang didukung hasil riset para peneliti Jerman setahun lalu. Pasalnya, makan cokelat hitam, justru sebaliknya berpotensi menaikan tekanan darah. Apalagi jika diasup secara berlebihan. Hal itu disebabkan kandungan kafein yang ada di dalam cokelat hitam.

Toh, di balik beragam kontroversi itu, cokelat hitam tetap dianggap sebagai penganan yang lebih banyak membawa manfaat ketimbang mudarat. Untuk mendapat manfaatnya terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah, misalnya, ia menyarankan mengonsumsi si manis itu saban hari. Cokelat hitam juga menjadi asupan alternative guna melengkapi kebutuhan tubuh akan antioksidan dan zat gizi. Berapa banyak konsumsi yang disarankan? maksimal 50 g sehari. Boleh mengunyah lebih dari itu, tapi "risiko ditanggung penumpang".

Jadi, benar kata Shakespeare, apalah arti sebuah nama. Reputasi cokelat hitam, tenyata tak sekelam penampilannya.
avatar
firstia
Admin
Admin

Female
Jumlah posting : 82
Age : 33
Lokasi : jgc 21
Job/hobbies : reading, swimming,pucing...................
Registration date : 25.02.09

Lihat profil user http://lia707.multiply.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik